T urki merupakan salah satu negara yang memiliki keunikan dan dikenal sebagai negara dengan perpaduan antara peradaban Asia dan Eropa, yang dulunya kurang begitu menarik wisatawan Indonesia. Seiring berjalannya waktu, beberapa tahun terakhir kita tahu bahwa serial Turki menjamur di tanah air dan banyak kalangan yang menyukai drama tersebut. Hal ini otomatis membuat banyak masyarakat Indonesia penasaran dan mulai melirik tempat wisata di Turki ketika liburan datang. Bagi Anda yang ingin mengunjungi Turki sebagai tempat wisata, maka kali ini kami akan memberikan infromasi penting kepada Anda mengenai obyek wisata yang wajib untuk dikunjungi di Turki. Apa saja sih destinasi wisata yang wajib kita kunjungi di sana? Simak baik-baik ya!

  1. Blue Mosque
    Sebetulnya ada nama lain yang menjadi sebutan bagi bangunan ini, yakni Masjid Sultan Ahmet, namun orang-orang lebih mengenalnya dengan Blue Mosque atau Masjid Biru dikarenakan hiasan dinding interior gedung masjid ini menggunakan keramik berwarna biru yang jumlahnya sampai 20 ribu keping. Pembangunan dari masjid ini adalah di tahun 1616 tepat saat Sultan Ahmed I memerintah pada waktu itu. Masjid yang menawarkan perpaduan gaya arsitektur klasik Ottoman dan Islam ini mempunyai 8 kubah sekunder dan 1 kubah utama berikut 6 menara. Anda tidak perlu merogoh kocek berapapun ketika akan masuk ke dalam Blue Mosque. Jika Anda adalah seorang wanita, diharap untuk menutupi bagian kepala dengan kerudung. Walau tidak membawa, akan ada kerudung yang disediakan di bagian pintu masuk dan tidak perlu membayar. Saat berada di dalam masjid, Anda perlu menjaga ketenangan dan tidak diperkenankan menggunakan flash ketika memotret. Serta dilarang mengabadikan orang-orang yang tengah bersembahyang di dalam. Blue Mosque ini buka setiap hari selama 24 jam sehingga jam kunjungan bisa lebih fleksibel.
  2. Hagia Sophia
    Tempat wisata yang juga dengan nama Aya Sofya adalah sebuah gedung cantik bekas masjid dan gereja yang kini dibuka sebagai museum. Hagia Sofia ini dulunya adalah sebuah gereja Orthodox sejak selesai dibangun, namun berubah fungsi yang kemudian menjadi sebuah masjid ketika Konstatinopel (kini telah berubah menjadi Istanbul) mengalami kejatuhan dan dikuasai oleh Kekaisaran Ottoman yang pada waktu itu diperintah oleh Sultan Mehmed II. Hagia Sophia ini menarik banyak sekali wisatawan karena arsitektur megahnya yang sudah dibangun berabad-abad yang lalu. Letaknya sendiri berhadapan dengan masjid terkenal yaitu Blue Mosque. Jika ingin masuk ke dalam museum ini maka kita dikenakan biaya per orangnya 25 Lyra saja. Selain melihat bekas gereja, masjid, dan juga sekarang dijadikan sebagai museum kita juga bisa membeli beberapa pernak-pernik karena ada toko souvenir di dalamnya.
  3. Topkapi Palace
    Istana topkapi adalah salah satu destinasi wisata yang harus dilihat di Istanbul yang menggabungkan sejarah dan pemandangan yang menakjubkan. Kaya akan sejarah Kekaisaran Ottoman, Istana ini dikelilingi dinding batu dan 27 menara. Topkapi, yang berdiri sejak abad ke 15 ini terletak di sebuah bukit yang menghadap ke Laut Marmara, Bosphorus dan Golden Horn. Pada masa kesultanan Ottoman istana ini merupakan kediaman resmi Sultan Ottoman dan pusat pemerintahan. Namun sekarang istana ini beralih fungsi menjadi museum yang dianggap sebagai istana terbesar dan tertua di dunia. Fasilitas lengkap pun didapati di Topkapi Palace ini yang tujuannya adalah supaya segala kebutuhan penghuni istana dapat terpenuhi. Fasilitas tersebut meliputi beberapa sekolah, asrama, rumah sakit, masjid, perpustakaan, taman dan juga tangki air raksasa yang ada di bawah tanah atau disebut juga dengan Basilica Cistern.
  4. Grand Bazaar
    Bila ingin puas berbelanja di tempat yang tepat di Turki, ada Grand Bazaar yang merupakan sebuah pasar paling tua dan paling besar nomor 1 di dunia. Jika Anda mencoba datang ke kawasan Kapalicarsi, pusat perbelanjaan ini tepatnya ada di Distrik Fatih. Dibangun di tahun 1455 tidak lama sesudah kejatuhan Istanbul di tangan kuasa Ottoman Turki, Grand Bazaar ini justru makin maju dan luas saja. Terdapat sekitar 4.400 gerai lebih di pasar ini dan ada 61 jalan yang tercakup oleh Grand Bazaar. Di sini pembeli akan menemukan koin tua, perhiasan dengan permata berharga, senjata bertatahkan dan perabotan antik. permadani, rempah-rempah, barang antik, keramik yang dilukis dengan tangan, dan masih banyak lainnya.
  5. Gunung Uludag
    Dataran Tinggi Uludag yang menjulang setinggi 2.543 meter ini terletak di Bursa sebelah selatan Istanbul dan di seberang laut marmara. Anda bisa mendaki Uludag dengan menaiki teleferik yang bisa di jumpai di bagian timur pusat kota Bursa. Teleferik ini adalah kendaraan umum berupa kereta gantung yang di gerakkan oleh tenaga listrik tersebut bisa mengantarkan Anda naik hingga ke ketinggian. Waktu yang diperlukan Teleferik untuk mengantarkan Anda ke puncak adalah sekitar setengah jam. Anda bisa menikmati pemandangan menakjubkan dari atas sampai tiba saatnya Anda untuk berhenti sejenak di kadiyayla, sebelum dilanjutkan ke sebuah kawasan bernama Sarialan yang berada di ketinggian 1.635 meter. Di sini Anda bisa lebih leluasa untuk melihat indahnya dataran tinggi Uludag dengan ditemani oleh berbagai makanan dan minuman yang tersedia di banyak kedai yang ada di area tersebut.
  6. Selat Bosphorus
    Terlepas dari semua keriuhan Istanbul, kota ini menjadi lebih istimewa lagi karena letaknya yang ada di dua benua, Asia dan Eropa dan selat Bosphoruslah yang menyatukan dua benua ini. Hanya dalam hitungan beberapa langkah, kita sudah bisa berada di dua Benua sekaligus. Selat ini memiliki panjang 30 km dengan lebar maksimum 3.700 meter dan lebar minimumnya 750 meter. Kedalamannya sekitar 36 meter sampai 124 meter. Ada dua jembatan terkenal selain beberapa jembatan lainnya yang selain berfungsi sebagai ikon wisata kota Istanbul, juga sebagai jalur penghubung masyarakat turki di bagian Asia dan Eropa. Adalah jembatan Bosphorus yang memiliki panjang 1.074 dan jembatan Fatih Sultan Mehmet yang dibangun pada tahun 1988, 15 tahun setelah dibangunnya jembatan Bosphorus pada tahun 1973. Jembatan Fatih Sultan Mehmet lebih panjang dari jembatan Bosphorus, yaitu 1.090 meter.Selain menghubungkan benua Asia dan Eropa, selat Bosphorus juga merupakan tempat bertemunya air laut Marmara dan laut Hitam. Berwisata dengan kapal menelusuri selat ini banyak dijadikan pilihan para turis yang mengunjungi Istanbul, apalagi mereka yang tidak memiliki banyak waktu untuk mengelilingi Istanbul dengan jalan darat.
  7. Cappadocia
    Tempat wisata di Turki yang bisa kamu datangi selanjutnya adalah Coppadocia. Bangunan di sini merupakan wilayah yang bersejarah yang masih dirawat dan dilestarikan di Turki. Karena tempat ini menjadi salah satu destinasi paling favorit yang sering di kunjungi oleh para wisatawan Mancanegara. Tidak hanya Cappodocia, tetapi di sini kamu juga bisa mengunjungi Urgup, Goreme, Ihlara, Valley, Selime, dan masih banyak lagi karena jaraknya yang berdekatan dan bisa kamu tempuh hanya dengan berjalan kaki saja. (red)